Headlines News :
gif maker online
,
    Mounting created Bloggif
     photo Presentation122_zps345b58ee.gif
    Wys tans plasings met die etiket BERITA. Wys alle plasings
    Wys tans plasings met die etiket BERITA. Wys alle plasings

    Gubernur Papua Terpilih Diminta Bangun Menara Doa

    Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa. Foto: Jekson
    Jayapura, Majalah Selangkah -- Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa, Selasa, (9/4/13) meminta kepada Gubernur Provinsi Papua terpilih Lukas Enembe dan Klemen Tinal membangun menara doa di seluruh kabupaten Papua untuk atasi krisis di Papua. 
     
    "Kami dari Satu Hati Berdoa Berkati Papua harapkan untuk agendakan dan gelar acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Doa Puasa, dan Pujian dan Penyembahan di seluruh wilaya Tanah Papua. Pusatnya di Ibu Kota Provinsi Papua (Jayapura) dan Papua Barat (Manokwari), sedangkan di setiap kabupaten membangun menara-menara doa,"harapnya.  

    Ia berharap dengan melakukan hal ini Tanah Papua mengalami transpormasi secara utuh."Harapan kami, untuk Papua menuai Transpormasi secara utuh dari berbagai ketidakadilan yang selama ini terjadi"kata Darius.
    SAHABAT Papua terus mendorong terjadinya transpormasi di tanah Papua. "Kami terus mendorong terjadi transpormasi di tanah Papua. Itulah visi dan misi SAHABAT,"jelasnya. 

    Terlepas dari harapannya, Darius apresiasi atas pelantikan gubernur orang gunung pertama sejak Papua diintegrasikan dengan Indonesia tahun 1969. "Kami berikan apresiasi kepada Enembe dan Tinal. Mereka adalah gubernur orang gunung pertama. Juga baru pertama kali pelantikan dilakukan di lapangan terbuka, Lapangan Mandala Jayapura,"kata apresiasi. (MS)


    Sumber: majalahselangkah.com

    'The Bible' Miniseries on History Channel: Series Final, Episode 5 Preview [VIDEO]

    The Bible On History Channel Final EpisodeThe Bible series finale airs Easter Sunday on History Channel at 8/7c. The final episode features scenes from the Crucifixion and Resurrection of Christ.

    Easily the most anticipated episode of series, Diogo Morgado, the actor who plays Jesus was overwhelmed to take on a role that meant so many different things to some many different people.

    "It's just not a normal project. It's not just something that you normally do. It's not just another script. It's not just another story. Especially, people don't see it like that. This is really personal for billions of people around the world...First of all I was overwhelmed because I grew up in Portugal, which is a really Christian country. I grew up with the Bible. I grew up with Jesus Christ. I felt that I was a lucky person."

    Though Mel Gibson's The Passion of the Christ already did a good job of visually representing Christ suffering, Diogo Morgado believes The Bible represents not only the physicality of the Crucifixion but also suffering through the eyes of a mother.

    "We already saw a version of the story that is quite visual in terms of suffering [referring to Gibson's Passion]. This one, the first time Jesus is being whipped we see his mom and her suffering, watching her son being beaten. That's a totally different suffering. It's not a visual suffering, it's an emotional suffering.

    History Channel's epic new miniseries, The Bible covers the sacred text from Genesis to Revelation. Live action and cutting-edge CGI bring the iconic stories to life, offering new insight into famous scenes and unforgettable characters.

    Created by producer couple Mark Burnett and Roma Downey, this 10-hour docudrama explores legendary stories such as Noah's in the ark, the Exodus and the life of Jesus.

    Tune in Easter Sunday for The Bible series finale on History Channel at 8/7c.

    Sumber: http://breathecast.christianpost.com/



    SAHABAT: Orang Papua Bangun Menara Doa untuk Transformasi

    Pendeta Jack Yeskhel Ikomou. Foto: Jekson
    Jakarta, MAJALAH SELANGKAH - Team Satu Hati Berdoa Berkati Papua (SAHABAT)  berharap semua orang Papua yang berada di seluruh wilaya di Tanah Papua  membangun menara doa kepada Yesus Kristus untuk transformasi  dan pemulihan.  Ini dimaksudkan  agar Orang Papua menuai Transpormasi dalam Kristus. 

    Hal ini sampaikan Pendeta Jack Yeskhel  Ikomou kepada majalahselangkah.com,  Kamis (14/03/13) di Restoran Bundaran HI Jakarta Pusat.

    "Mengingat banyak persoalan yang hinggah kini terjadi di tanah Papua,  baik soal AIDS, Miras, pembunuhan, pemerkosaan dan ketidakadialan dan lainnnya yang menimpa Bumi Papua.  Maka orang Papua jangan berdiam diri. Mari rapatkan  barisan untuk naikkan Doa Puasa kepada Tuhan untuk meminta Transpormasi Bangsa Papua secara utuh,"katanya. 

    Kata dia, jangan kita sia-siakan waktu dengan berpesta pora dan kemanisan dunia yang membawah kita ke malapetakan. Tetapi, kata dia, mari kita berlutut kepada Tuhan naikkan pujian dan penyembahan dalam Roh dan Kebenaran. 

    Katanya, seperti  bangsa Uganda Idi Amin dan Milton Obote telah berusaha menghapuskan umat Kristen dari Uganda. Lalu Uganda dilanda AIDS, Ebola dan kekerasan. Namun, karena doa bangsa itu telah membawa transformasi . Pada  31 Desember 1999 di Stadiun Utama Kampala Uganda telah mengumumkan bahwa Uganda diserahkan kepada kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus.

    Harapnya, seperti apa yang terjadi di Uganda, orang Papua di tiap kota menaikan menara doa. "Kita bersatu serahkan kepada kemimpinan Kristus di tanah Papua. Kami dari Satu Hari Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua sedang berupaya untuk menggelar KKR Rohani di setiap wilaya di tanah Papua agar Tanah Papua penuh dengan kemuliaan,"harapnya. (MS)
     
    Image Slider By helperblogger.com The slide is a linking image Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption
    Support : MS | SUARA CENDRAWASIH | MS
    SAHABAT © 2011. SAHABAT PAPUA MINISTRY - All Rights Reserved