Headlines News :
gif maker online
,
    Mounting created Bloggif
     photo Presentation122_zps345b58ee.gif
    Wys tans plasings met die etiket ARTIKEL. Wys alle plasings
    Wys tans plasings met die etiket ARTIKEL. Wys alle plasings

    Ada kuasa dalam puji-pujian.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmhWcmfWyjJi0FdYvpGZTYs1yy3RR3odyb1-mnIqIcE7kqlFfzV7L4oZOH5FkzhSmn-ToplOvfG_uPLMObGpj24rE89XWUcFh8y_p59uHPVnf0wEudkoQRZNAidf35TR-uTQq4p6M3T1_q/s1600/WORSHIP_1_1.jpg
    Pujian dan penyembahan. Foto: Ilustrasi (ILS)
    Kita sering melupakan Puji-pujian. Padahal Alkitab berulang kali mengingatkan kita mengenai kuasa yang begitu besar yang bersemayam di balik puji-pujian. Lihatlah bagaimana Gideon dengan prajurit berjumlah hanya 300 orang mampu menaklukkan musuh tak terhitung banyaknya, seperti belalang dan pasir di tepi laut, lewat puji-pujian dan gemuruh suara sangkakala seperti yang bisa kita baca dalam Hakim Hakim 7. 

    Lalu perhatikan kisah ketika tembok Yerikho runtuh di hari ke tujuh setelah dikelilingi berhari-hari. Apa yang membuat tembok itu runtuh pada akhirnya tertulis di dalam Alkitab. Selain memang Allah sendiri yang telah menjanjikan, "Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa." (Yosua 6:2), tapi lihatlah bahwa pujian dan sorak sorai bagi Tuhan membuat tembok itu akhirnya runtuh. "Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu." (ay 20). 

    Dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat ketika Paulus dan Silas yang tengah terpasung di dalam penjara memutuskan untuk tidak meratapi diri melainkan berdoa dan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan. "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka." (Kisah Para Rasul 16:25). Alkitab kemudian mencatat hadirnya gempa menyelamatkan mereka (ay 26). Bukan itu saja, tetapi keputusan mereka pun membawa pertobatan orang lain. (ay 30-33). Lihatlah bagaimana besarnya kuasa di balik puji-pujian, dan itu semua bisa terjadi karena ada Tuhan yang bertahta/bersemayam di atas puji-pujian. Itu dinyatakan jelas dalam kitab Mazmur: "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel." (Mazmur 22:4).


    Kelelahan sering kali begitu menyiksa kita, dan membuat kita kehilangan semangat untuk melakukan hal-hal lain termasuk tetap menyediakan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, bersekutu denganNya apalagi untuk menyanyikan puji-pujian dengan hati yang dipenuhi rasa syukur. Berbagai aktivitas atau pekerjaan yang melelahkan seringkali merampas sukacita dari dalam diri kita, dan kita pun semakin menjauh dari Tuhan. Akibatnya kita akan terus menjadi semakin lemah dan dalam keadaan demikian kita pun menjadi rentan terhadap berbagai penyakit dan juga banyak hal yang bisa berujung pada dosa. Padahal apa yang harus kita lakukan jelas. 

    Tetap bersyukur dan tetap puji Tuhan, menyanyilah bagiNya meski ketika kondisi sedang tidak kondusif secara logika sekalipun, dan lihatlah bagaimana kuasa yang ada di balik puji-pujian ternyata mampu memberi kekuatan dan semangat baru bagi kita. Jika menyanyi saja sudah bisa menghibur kita, sebuah puji-pujian yang kita angkat dari lubuk hati yang terdalam mampu berperan lebih dari itu. Bukan saja kita memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan lewat puji-pujian tulus dari hati kita, tetapi kita pun akan diberi kelegaan, kekuatan, semangat dan sukacita baru untuk terus melangkah melewati hari demi hari yang sulit. 

    Adakah diantara teman-teman yang merasa bahwa tenaga sudah habis terkuras tetapi pekerjaan belum juga selesai? Adakah yang merasa kesal, sedih atau bahkan putus asa karena timbunan pekerjaan tidak juga ada habisnya, dan mungkin merasa bahwa apa yang anda dapatkan tidak kunjung sebanding dengan usaha yang telah anda keluarkan? Percayalah Tuhan tidak menutup mataNya. Dia adalah Bapa yang baik, yang sangat peduli dan mengasihi anak-anakNya. Jika demikian, maukah anda bernyanyi memuji Dia bersama dengan saya malam ini?


    Praise the Lord no matter what, He will give you more than enough strength and spirit to overcome just about everything

    MEMBANGUN MANUSIA ROHANI DI TANAH PAPUA

    Oleh: Darius Nawipa

    Darius Nawipa dalam
    suasana berdoa. Foto: Facebook DN
    SAHABAT PAPUA MINISTRY - Firman Tuhan dengan jelas telah menyatakan bahwa tidak ada manusia yang bisa berbuat apa-apa tanpa kasih karunia yang diberikan lewat kuasa-Nya. Ini juga yang menjadi rahasia besar yang perlu kita perhatikan supaya kita berhasil mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Orang-orang yang sudah berada di dalam Kristus sesungguhnya sudah berada dalam perlindungan Tuhan, dipagari dan dijaga dengan kuasa Tuhan. Dan semua orang yang sudah berada di dalam Kristus itu sesunguhnya adalah orang-orang telah dipercaya untuk menerima kuasa. 1 Korintus 16 : 13 - 14 sikap yang harus dimiliki orang Papua dan Gereja Tuhan diakhir zaman ini: harus tetap berjaga-jaga, berdiri teguh dalam iman, bersikap sebagai laki-laki, harus tetap kuat dan melakukan segala sesuatu dengan kasih. Sebab dengan memiliki sikap tersebut di atas maka kita akan berhasil menjadi jemaat yang kuat di dalam Tuhan di Tanah Papua.


    Bersikap sebagai laki-laki = memiliki sikap dan pendirian yang teguh di dalam kebenaran, tidak mudah terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi. Bersikap sebagai laki-laki berarti kita sudah memiliki sikap Kristus yang selalu berkenan kepada Bapa-Nya karena taat melakukan kehendak Bapa. Untuk itu sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus berjanji akan memberikan Penolong yang lain yaitu Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur, Roh Kudus yang akan membantu kita supaya dapat mengenal pribadi Kristus dengan tepat dan benar, dan tentunya supaya kita memiliki pendirian yang teguh. Ada dua (2) bentuk musuh yang sedang kita hadapi sebagai Gereja di Tanah Papua: 1. musuh dari luar = Iblis dalam segala pekerjaannya yang sering memakai perkara-perkara yang duniawi untuk mempengaruhi orang-orang kudus supaya undur dari kebenaran. Iblis akan bekerja dengan segala kekuatannya dan memakai perkara-perkara yang duniawi ini untuk membuat banyak orang meninggalkan kebenaran. 2. musuh dari dalam = yaitu keiginan-keinginan atau tabiat daging yang juga sering mempengaruhi kesetiaan.


    Kalau tidak tinggal dalam kebenaran dan kalau tidak dalam pengurapan Roh Kudus, maka Iblis juga akan berusaha menjatuhkan orang lewat keinginan dagingnya sendiri. Dan keinginan yang tidak terkendali ini akan terus dikendalikan Iblis supaya manusia itu mengikuti keinginan Iblis. Tetapi kita yang sudah diselamatkan dan dimerdekakan dari dosa harus tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Karena itu yang harus kita lakukan sekarang adalah: mendekat kepada Allah dan mentahirkan diri. Yakobus 4 : 8 kalau kita mendekat kepada Allah maka Allah juga akan mendekat kepada kita dan kalau kita sudah mentahirkan diri maka Tuhan akan berkenan kepada kita. Mengapa Allah memerintahkan supaya kita mendekat kepada-Nya? jawabannya: karena manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan memerlukan korban pendamaian supaya bisa berdamai kembali dengan Allah. Kalau tidak mendekat kepada Allah maka dosanya akan tetap.


    Kita harus mendekat kepada Allah supaya kita bisa mempunyai tujuan yang benar akan keselamatan hidup dan supaya kita mempunyai hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan melakukan firman-Nya. Maka kalau kita lihat dalam Roma 10 : 21 sifat Tuhan itu suka menunggu sampai umat-Nya itu mau datang dan menyerahkan hidupnya untuk diperbaiki dari kesalahannya. Sebenarnya Tuhan sudah tahu bahwa orang Israel itu adalah bangsa yang tidak taat dan yang suka membantah, namun sepanjang hari Tuhan Allah selalu mengulurkan tangan-Nya dan menunggu sampai mereka sadar dan bertobat. Dan kalau bangsa Israel itu sadar akan dosanya dan bertobat maka Tuhan Allah akan memulihkan mereka kembali dan membawa mereka ke dalam rencana-Nya. Saudara-saudara, pada zaman akhir ini hal yang sangat penting kita perhatikan adalah kita harus berhasil membangun manusia rohani kita di Tanah Papua. Sebab sekalipun manusia jasmani bisa berhasil, bisa menjadi kaya, terkenal, dan dihormati orang lain, tetapi kalau tidak berhasil membangun manusia rohaninya, maka sesungguhnya segala sesuatu yang ada padanya sia-sia belaka sebab pada akhirnya akan habis binasa dan akan dilemparkan ke dalam api neraka.


    Taman Eden tempat manusia pertama ditempatkan adalah tempat yang tidak kekurangan apa-apa, tidak ada kutuk, tidak ada sakit pengakit atau kesusahan yang lainnya karena belum ada dosa. Pada saat itu manusia pertama itu ditutup bungkusi dengan kemuliaan Allah dan mereka bisa mendengar Allah berbicara. Tetapi karena perempuan itu tidak tetap tinggal dalam kehendak Allah, Iblis berhasil merusak hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia itu kehilangan kemuliaan Allah dan pemeliharaan dari Allah. Yang dulunya segambar dan serupa dengan Allah, tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa maka dosa itu mendatangkan kutuk dan harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya. Karena itulah maka Tuhan Allah berfirman supaya kita mendekat kepada-Nya dan membangun kembali hubungan yang erat dengan-Nya. Efesus 6 : 18 firman Tuhan mengajak supaya kita berdoa setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jaga dalam doa dengan permohonan yang tak putus-putusnya. Untuk membangun manusia rohani, kita harus memiliki hubungan yang erat dengan Allah dengan sikap berdoa setiap waktu di dalam Roh. Karena Allah itu adalah Roh maka kita harus berdoa dalam Roh supaya kita bisa membangun manusia rohani kita.

    Kita harus sadar bahwa musuh yang kita hadapi itu bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan tipu muslihat Iblis, yang memakai roh-roh yang ada di dunia ini untuk mempengaruhi atau menggugurkan iman. Supaya kita bisa membangun manusia rohani, kita harus mengambil serta mengenakan perlengkapan senjata Allah supaya dapat mengadakan perlawanan dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan pertandingan dalam peperangan rohani. Berdiri tegap, berikat pinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, mempergunakan perisai iman, menerima ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah maka kita akan tetap berdiri dalam kebenaran dan akan berhasil membangun manusia rohani. Sama seperti Daud berhasil menjadi orang yang sangat berkenan kepada Allah karena Daud itu adalah orang yang sangat cinta kepada Allah, selalu bergantung harap kepada Allah dan yang suka membangun manusia rohaninya. Dikatakan membangun manusia rohani karena Daud itu suka bersekutu dengan Allah dan selalu dengar-dengaran kepada firman Tuhan. Jadi Daud itu sangat mengasihi Allah dan Allah pun sangat berkenan akan kehidupan Daud.

    Maka kalau kita lihat dalam 2 Raja-raja 19 : 34 ; 20 : 5 - 6 Yerusalem mendapat perhatian dari Tuhan dan diluputkan dari malapetaka karena ada kaitannya dengan Daud. Demikian juga dengan Hizkia yang sedang sakit dan hampir mati tetapi disembuhkan kembali dan diberi perpanjangan umur selama lima belas tahun lagi, bukan sepenuhnya karena perbuatan Hizkia semata-mata tetapi karena ada kaitannya dengan Daud, bapa leluhurnya. Hizkia mendapat perhatian dari Tuhan karena Hizkia mau melakukan dan meneladani apa yang telah dilakukan Daud. Karena itu Hizkia pun berhasil membangun rohaninya dengan baik. Demikian juga setiap orang yang mau memelihara persekutuannya dengan Allah dan dengar-dengaran kepada firman Tuhan, ia pasti berhasil membangun manusia rohaninya dengan baik sehingga Allah pun akan berkenan akan kehidupannya.


    Gereja Tuhan di Tanah Papua harus bangkit dalam Roh, dalam Kegerakan Rohani yang Kuat, Agar Tuhan Allah datang oleh Kekuatan Roh Kudus memulihkan Keadaan Negeri dan Manusia Papua di Tanah Papua. bangunlah hubungan yang intim dengan-Nya sehingga Manusia Rohani Kita dikenan Oleh Allah.


    Penulis adalah team Sahabat Papua Ministry, sekrang Ia berdomisi di Jayapur Papua

    Tuhan memberkati Saudara ! Sahabat Papua Ministry

    SAHABAT PAPUA: Keadilan Menurut Alkitab

    Oleh: Darius Nawipa

    Foto: Ilustrasi
    SAHABAT PAPUA MINISTRY ; Sh@lom “Dalam perjanjian lama kitab Kejadian 18:19: mengatakan dimana agar anak-anak dan keturunan Abraham hidup menurut jalan yang ditunjukan TUHAN dengan melakukan kebenaran dan keadilan agar TUHAN memenuhi kepada Abaraham apa yang dijanjikanNya kepadanya. 

    Demikian dalam kitab Ulangan 16:20 dan II Timotius 2:22 bahwa keadilan itu harus dikejar supaya kita hidup dan memiliki Negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN Allahmu.  Hal ini menurut Ayub bahwa harus berpakaian Keadilan (Ayub 29:14).  

    Keadilan ini berarti keadilan dari Allah sebab Keadilan dari Allah menyelamatkan (Mazmur 24:5). Dan untuk memperoleh keadilan itu kita harus meminta kepada yang punya Keadilan tetapi dalam Mazmur 26:1 yang boleh meminta Keadilan adalah orang yang telah HIDUP DALAM KETULUSAN. 

    Jika dalam hidup manusia tidak ada Keadilan, itu berarti makanan akan lenyap seperti kata Amsal 13:23: lalu ada orang yang tidak mengerti Keadilan, mereka itulah orang jahat, Amsal 28:5.  Bagi TUHAN Keadilan itu dibuat menjadi TALI PENGUKUR (Yesaya 28:17) dimana Keadilan menurut Ayub HARUS DIPAKAI IBARAT PAKAIAN, demikian juga dalam Yesaya 59:17 dan Efesus 6:14 bahwa Keadilan bagaikan baju Zirah yang dikenakan Tuhan. 

    Dan yang memberi Keadilan itu adalah Tuhan (Yesaya 60:17) sebab Tuhan yang menjanjikan Keadilan (Yesaya 63:1). Hal ini juga Pemazmur dalam Mazmur 85:15 mengatakan bahwa Keadilan dan Hukum adalah Tumpuan tahtaMU. Dengan demikian manfaat yang akan kita peroleh lewat melakukan Keadilan adalah:
    1.      Anak kita tidak turut menanggung kesalahan kita sebagai ayah (Yehezkiel 18:19)
    2.      Pasti kita memiliki hidup (Yehezkiel 18:21)
    3.      Akan menyelamatkan nyawanya (Yehezkiel 18:27)
    1.      Semua dosa yang diperbuat tidak akan diingat-ingat lagi, jika sudah melakukan Keadilan (Yehezkiel 33:16) seperti kata Hosea 10:12; Menaburlah bagimu sesuai dengan Keadilan sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan sampai Ia menghujani kamu dengan Keadilan.
    4.      (bagi orang yang mencari Keadilan ) Akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan  Zefanya 2:3.

    Allah mencintai Keadilan (Ibrani 1:9) sebab Keadilan itu adalah BUAH DARI TERANG (Efesus 5:9) dan yang mempertemukan Keadilan dan Damai Sejahtera bercium-ciuman adalah Tuhan sendiri (Mazmur 85:11b). oleh sebab itu Keadilan merupakan salah satu yang harus dikejar (Ibrani 6:11) serta merupakan yang terpenting dalam Hukum Taurat (Matius 23:23).

    "HAI ENGKAU PAPUA Tetapkanlah diriMu untuk MENGEJAR KEADILAN ALLAH....... DI NegRImu, sebab DAMAI SEJAHTERA AKAN MENJADI BAGIAN HIDUPMU.....
    Demikian, KEADILAN adalah perjuangan dan Perdamaian adalah Hasil........... Terima Kasih.



    Penulis adalah team SAHABAT papua, kini sekarang berdomisili di Jayapura Papua



     
    Image Slider By helperblogger.com The slide is a linking image Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption
    Support : MS | SUARA CENDRAWASIH | MS
    SAHABAT © 2011. SAHABAT PAPUA MINISTRY - All Rights Reserved