Oleh: Darius Nawipa
 |
Darius Nawipa dalam suasana berdoa. Foto: Facebook DN |
SAHABAT PAPUA MINISTRY - Firman
Tuhan dengan jelas telah menyatakan bahwa tidak ada manusia yang bisa berbuat
apa-apa tanpa kasih karunia yang diberikan lewat kuasa-Nya. Ini juga yang
menjadi rahasia besar yang perlu kita perhatikan supaya kita berhasil
mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Orang-orang yang sudah berada di dalam
Kristus sesungguhnya sudah berada dalam perlindungan Tuhan, dipagari dan dijaga
dengan kuasa Tuhan. Dan semua orang yang sudah berada di dalam Kristus itu
sesunguhnya adalah orang-orang telah dipercaya untuk menerima kuasa. 1 Korintus
16 : 13 - 14 sikap yang harus dimiliki orang Papua dan Gereja Tuhan diakhir
zaman ini: harus tetap berjaga-jaga, berdiri teguh dalam iman, bersikap sebagai
laki-laki, harus tetap kuat dan melakukan segala sesuatu dengan kasih. Sebab
dengan memiliki sikap tersebut di atas maka kita akan berhasil menjadi jemaat
yang kuat di dalam Tuhan di Tanah Papua.
Bersikap sebagai laki-laki = memiliki sikap dan pendirian yang teguh di dalam
kebenaran, tidak mudah terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi.
Bersikap sebagai laki-laki berarti kita sudah memiliki sikap Kristus yang
selalu berkenan kepada Bapa-Nya karena taat melakukan kehendak Bapa. Untuk itu
sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus berjanji akan memberikan Penolong yang
lain yaitu Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur, Roh Kudus yang akan
membantu kita supaya dapat mengenal pribadi Kristus dengan tepat dan benar, dan
tentunya supaya kita memiliki pendirian yang teguh. Ada dua (2) bentuk musuh
yang sedang kita hadapi sebagai Gereja di Tanah Papua: 1. musuh dari luar =
Iblis dalam segala pekerjaannya yang sering memakai perkara-perkara yang
duniawi untuk mempengaruhi orang-orang kudus supaya undur dari kebenaran. Iblis
akan bekerja dengan segala kekuatannya dan memakai perkara-perkara yang duniawi
ini untuk membuat banyak orang meninggalkan kebenaran. 2. musuh dari dalam =
yaitu keiginan-keinginan atau tabiat daging yang juga sering mempengaruhi
kesetiaan.
Kalau tidak tinggal dalam kebenaran dan kalau tidak dalam pengurapan Roh Kudus,
maka Iblis juga akan berusaha menjatuhkan orang lewat keinginan dagingnya
sendiri. Dan keinginan yang tidak terkendali ini akan terus dikendalikan Iblis
supaya manusia itu mengikuti keinginan Iblis. Tetapi kita yang sudah
diselamatkan dan dimerdekakan dari dosa harus tetap memiliki hubungan yang erat
dengan Tuhan. Karena itu yang harus kita lakukan sekarang adalah: mendekat kepada
Allah dan mentahirkan diri. Yakobus 4 : 8 kalau kita mendekat kepada Allah maka
Allah juga akan mendekat kepada kita dan kalau kita sudah mentahirkan diri maka
Tuhan akan berkenan kepada kita. Mengapa Allah memerintahkan supaya kita
mendekat kepada-Nya? jawabannya: karena manusia itu sudah berdosa dan telah
kehilangan kemuliaan Allah dan memerlukan korban pendamaian supaya bisa
berdamai kembali dengan Allah. Kalau tidak mendekat kepada Allah maka dosanya
akan tetap.
Kita harus mendekat kepada Allah supaya kita bisa mempunyai tujuan yang benar
akan keselamatan hidup dan supaya kita mempunyai hati yang sungguh-sungguh
mengasihi Tuhan dan melakukan firman-Nya. Maka kalau kita lihat dalam Roma 10 :
21 sifat Tuhan itu suka menunggu sampai umat-Nya itu mau datang dan menyerahkan
hidupnya untuk diperbaiki dari kesalahannya. Sebenarnya Tuhan sudah tahu bahwa
orang Israel itu adalah bangsa yang tidak taat dan yang suka membantah, namun
sepanjang hari Tuhan Allah selalu mengulurkan tangan-Nya dan menunggu sampai mereka
sadar dan bertobat. Dan kalau bangsa Israel itu sadar akan dosanya dan bertobat
maka Tuhan Allah akan memulihkan mereka kembali dan membawa mereka ke dalam
rencana-Nya. Saudara-saudara, pada zaman akhir ini hal yang sangat penting kita
perhatikan adalah kita harus berhasil membangun manusia rohani kita di Tanah
Papua. Sebab sekalipun manusia jasmani bisa berhasil, bisa menjadi kaya,
terkenal, dan dihormati orang lain, tetapi kalau tidak berhasil membangun
manusia rohaninya, maka sesungguhnya segala sesuatu yang ada padanya sia-sia
belaka sebab pada akhirnya akan habis binasa dan akan dilemparkan ke dalam api
neraka.
Taman Eden tempat manusia pertama ditempatkan adalah tempat yang tidak
kekurangan apa-apa, tidak ada kutuk, tidak ada sakit pengakit atau kesusahan
yang lainnya karena belum ada dosa. Pada saat itu manusia pertama itu ditutup
bungkusi dengan kemuliaan Allah dan mereka bisa mendengar Allah berbicara.
Tetapi karena perempuan itu tidak tetap tinggal dalam kehendak Allah, Iblis
berhasil merusak hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia itu kehilangan
kemuliaan Allah dan pemeliharaan dari Allah. Yang dulunya segambar dan serupa
dengan Allah, tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa maka dosa itu
mendatangkan kutuk dan harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya. Karena
itulah maka Tuhan Allah berfirman supaya kita mendekat kepada-Nya dan membangun
kembali hubungan yang erat dengan-Nya. Efesus 6 : 18 firman Tuhan mengajak
supaya kita berdoa setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jaga dalam doa dengan
permohonan yang tak putus-putusnya. Untuk membangun manusia rohani, kita harus
memiliki hubungan yang erat dengan Allah dengan sikap berdoa setiap waktu di
dalam Roh. Karena Allah itu adalah Roh maka kita harus berdoa dalam Roh supaya kita
bisa membangun manusia rohani kita.
Kita harus sadar bahwa musuh yang kita hadapi itu bukanlah melawan darah dan
daging tetapi melawan tipu muslihat Iblis, yang memakai roh-roh yang ada di
dunia ini untuk mempengaruhi atau menggugurkan iman. Supaya kita bisa membangun
manusia rohani, kita harus mengambil serta mengenakan perlengkapan senjata
Allah supaya dapat mengadakan perlawanan dan tetap berdiri sesudah
menyelesaikan pertandingan dalam peperangan rohani. Berdiri tegap, berikat
pinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, mempergunakan perisai iman,
menerima ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan
mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah maka kita akan tetap berdiri
dalam kebenaran dan akan berhasil membangun manusia rohani. Sama seperti Daud
berhasil menjadi orang yang sangat berkenan kepada Allah karena Daud itu adalah
orang yang sangat cinta kepada Allah, selalu bergantung harap kepada Allah dan
yang suka membangun manusia rohaninya. Dikatakan membangun manusia rohani
karena Daud itu suka bersekutu dengan Allah dan selalu dengar-dengaran kepada
firman Tuhan. Jadi Daud itu sangat mengasihi Allah dan Allah pun sangat
berkenan akan kehidupan Daud.
Maka kalau kita lihat dalam 2 Raja-raja 19 : 34 ; 20 : 5 - 6 Yerusalem mendapat
perhatian dari Tuhan dan diluputkan dari malapetaka karena ada kaitannya dengan
Daud. Demikian juga dengan Hizkia yang sedang sakit dan hampir mati tetapi
disembuhkan kembali dan diberi perpanjangan umur selama lima belas tahun lagi,
bukan sepenuhnya karena perbuatan Hizkia semata-mata tetapi karena ada
kaitannya dengan Daud, bapa leluhurnya. Hizkia mendapat perhatian dari Tuhan
karena Hizkia mau melakukan dan meneladani apa yang telah dilakukan Daud.
Karena itu Hizkia pun berhasil membangun rohaninya dengan baik. Demikian juga
setiap orang yang mau memelihara persekutuannya dengan Allah dan
dengar-dengaran kepada firman Tuhan, ia pasti berhasil membangun manusia
rohaninya dengan baik sehingga Allah pun akan berkenan akan kehidupannya.
Gereja Tuhan di Tanah Papua harus bangkit dalam Roh, dalam Kegerakan Rohani
yang Kuat, Agar Tuhan Allah datang oleh Kekuatan Roh Kudus memulihkan Keadaan
Negeri dan Manusia Papua di Tanah Papua. bangunlah hubungan yang intim
dengan-Nya sehingga Manusia Rohani Kita dikenan Oleh Allah.
Penulis adalah team Sahabat Papua Ministry,
sekrang Ia berdomisi di Jayapur Papua
Tuhan memberkati Saudara ! Sahabat Papua Ministry