Headlines News :
gif maker online
,
    Mounting created Bloggif
     photo Presentation122_zps345b58ee.gif
    Wys tans plasings met die etiket PUJIAN PENYEMBAHAN. Wys alle plasings
    Wys tans plasings met die etiket PUJIAN PENYEMBAHAN. Wys alle plasings

    Speaking to the Paute people and Mee tribe

    After we have layed the foundational corner stones in Waghete we continued our journey to the most remote highland and walked the last few miles because of the inaccessible muddy road. 

    We were received by the three warriors and they made a fire to welcome us on the arrival point. 

    And then something reminds me that I have seen these three warriors before ina vision in 1992 when the Holy Spirit imparted me who I will meet on my your as a leader for the Papua Prophetic Call. 

    I was so happy that God was faithful to give me the sign that I am on the right sport and met the right people. 

    They accompanied me up to the highest point on the plateau and whenI arrived on the top of the hills I discovered that more then 15,000 people were following me to my hut where I have to sleep there for three night. 

    The hut was furnished with cockroach as big as my thumb and mosquito's welcoming me for a blood-cocktail. 

    It was cold because our location was situated on a altitude of almost 1500 meters above the sea level, and in the night it can be very cold. 

    When we started the crowd was waiting for almost three days for my arrival, because our airplane was delayed. 

    The moment I spoke at 15:00 Hrs the Lord opened the sky and it was dark and rain came down in buckets. 

    I did not stop speaking because of the pouring rain, and continued because the power of God was so great and heavy that healing was everywhere and people stood in awe with me and witness the Holy Spirit manifesting so powerful. 

    For three consecutive days we have been preaching the Word of God to these precious indigenous people of Papua.

    What a mighty God we serve.

     KLIK DISINI FOTO-FOTO KKR DAN SEMINAR

    Gubernur Papua Terpilih Diminta Bangun Menara Doa

    Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa. Foto: Jekson
    Jayapura, Majalah Selangkah -- Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa, Selasa, (9/4/13) meminta kepada Gubernur Provinsi Papua terpilih Lukas Enembe dan Klemen Tinal membangun menara doa di seluruh kabupaten Papua untuk atasi krisis di Papua. 
     
    "Kami dari Satu Hati Berdoa Berkati Papua harapkan untuk agendakan dan gelar acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Doa Puasa, dan Pujian dan Penyembahan di seluruh wilaya Tanah Papua. Pusatnya di Ibu Kota Provinsi Papua (Jayapura) dan Papua Barat (Manokwari), sedangkan di setiap kabupaten membangun menara-menara doa,"harapnya.  

    Ia berharap dengan melakukan hal ini Tanah Papua mengalami transpormasi secara utuh."Harapan kami, untuk Papua menuai Transpormasi secara utuh dari berbagai ketidakadilan yang selama ini terjadi"kata Darius.
    SAHABAT Papua terus mendorong terjadinya transpormasi di tanah Papua. "Kami terus mendorong terjadi transpormasi di tanah Papua. Itulah visi dan misi SAHABAT,"jelasnya. 

    Terlepas dari harapannya, Darius apresiasi atas pelantikan gubernur orang gunung pertama sejak Papua diintegrasikan dengan Indonesia tahun 1969. "Kami berikan apresiasi kepada Enembe dan Tinal. Mereka adalah gubernur orang gunung pertama. Juga baru pertama kali pelantikan dilakukan di lapangan terbuka, Lapangan Mandala Jayapura,"kata apresiasi. (MS)


    Sumber: majalahselangkah.com

    Ada kuasa dalam puji-pujian.

    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmhWcmfWyjJi0FdYvpGZTYs1yy3RR3odyb1-mnIqIcE7kqlFfzV7L4oZOH5FkzhSmn-ToplOvfG_uPLMObGpj24rE89XWUcFh8y_p59uHPVnf0wEudkoQRZNAidf35TR-uTQq4p6M3T1_q/s1600/WORSHIP_1_1.jpg
    Pujian dan penyembahan. Foto: Ilustrasi (ILS)
    Kita sering melupakan Puji-pujian. Padahal Alkitab berulang kali mengingatkan kita mengenai kuasa yang begitu besar yang bersemayam di balik puji-pujian. Lihatlah bagaimana Gideon dengan prajurit berjumlah hanya 300 orang mampu menaklukkan musuh tak terhitung banyaknya, seperti belalang dan pasir di tepi laut, lewat puji-pujian dan gemuruh suara sangkakala seperti yang bisa kita baca dalam Hakim Hakim 7. 

    Lalu perhatikan kisah ketika tembok Yerikho runtuh di hari ke tujuh setelah dikelilingi berhari-hari. Apa yang membuat tembok itu runtuh pada akhirnya tertulis di dalam Alkitab. Selain memang Allah sendiri yang telah menjanjikan, "Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa." (Yosua 6:2), tapi lihatlah bahwa pujian dan sorak sorai bagi Tuhan membuat tembok itu akhirnya runtuh. "Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu." (ay 20). 

    Dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat ketika Paulus dan Silas yang tengah terpasung di dalam penjara memutuskan untuk tidak meratapi diri melainkan berdoa dan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan. "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka." (Kisah Para Rasul 16:25). Alkitab kemudian mencatat hadirnya gempa menyelamatkan mereka (ay 26). Bukan itu saja, tetapi keputusan mereka pun membawa pertobatan orang lain. (ay 30-33). Lihatlah bagaimana besarnya kuasa di balik puji-pujian, dan itu semua bisa terjadi karena ada Tuhan yang bertahta/bersemayam di atas puji-pujian. Itu dinyatakan jelas dalam kitab Mazmur: "Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel." (Mazmur 22:4).


    Kelelahan sering kali begitu menyiksa kita, dan membuat kita kehilangan semangat untuk melakukan hal-hal lain termasuk tetap menyediakan waktu untuk merenungkan Firman Tuhan, bersekutu denganNya apalagi untuk menyanyikan puji-pujian dengan hati yang dipenuhi rasa syukur. Berbagai aktivitas atau pekerjaan yang melelahkan seringkali merampas sukacita dari dalam diri kita, dan kita pun semakin menjauh dari Tuhan. Akibatnya kita akan terus menjadi semakin lemah dan dalam keadaan demikian kita pun menjadi rentan terhadap berbagai penyakit dan juga banyak hal yang bisa berujung pada dosa. Padahal apa yang harus kita lakukan jelas. 

    Tetap bersyukur dan tetap puji Tuhan, menyanyilah bagiNya meski ketika kondisi sedang tidak kondusif secara logika sekalipun, dan lihatlah bagaimana kuasa yang ada di balik puji-pujian ternyata mampu memberi kekuatan dan semangat baru bagi kita. Jika menyanyi saja sudah bisa menghibur kita, sebuah puji-pujian yang kita angkat dari lubuk hati yang terdalam mampu berperan lebih dari itu. Bukan saja kita memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan lewat puji-pujian tulus dari hati kita, tetapi kita pun akan diberi kelegaan, kekuatan, semangat dan sukacita baru untuk terus melangkah melewati hari demi hari yang sulit. 

    Adakah diantara teman-teman yang merasa bahwa tenaga sudah habis terkuras tetapi pekerjaan belum juga selesai? Adakah yang merasa kesal, sedih atau bahkan putus asa karena timbunan pekerjaan tidak juga ada habisnya, dan mungkin merasa bahwa apa yang anda dapatkan tidak kunjung sebanding dengan usaha yang telah anda keluarkan? Percayalah Tuhan tidak menutup mataNya. Dia adalah Bapa yang baik, yang sangat peduli dan mengasihi anak-anakNya. Jika demikian, maukah anda bernyanyi memuji Dia bersama dengan saya malam ini?


    Praise the Lord no matter what, He will give you more than enough strength and spirit to overcome just about everything

    SAHABAT: Orang Papua Bangun Menara Doa untuk Transformasi

    Pendeta Jack Yeskhel Ikomou. Foto: Jekson
    Jakarta, MAJALAH SELANGKAH - Team Satu Hati Berdoa Berkati Papua (SAHABAT)  berharap semua orang Papua yang berada di seluruh wilaya di Tanah Papua  membangun menara doa kepada Yesus Kristus untuk transformasi  dan pemulihan.  Ini dimaksudkan  agar Orang Papua menuai Transpormasi dalam Kristus. 

    Hal ini sampaikan Pendeta Jack Yeskhel  Ikomou kepada majalahselangkah.com,  Kamis (14/03/13) di Restoran Bundaran HI Jakarta Pusat.

    "Mengingat banyak persoalan yang hinggah kini terjadi di tanah Papua,  baik soal AIDS, Miras, pembunuhan, pemerkosaan dan ketidakadialan dan lainnnya yang menimpa Bumi Papua.  Maka orang Papua jangan berdiam diri. Mari rapatkan  barisan untuk naikkan Doa Puasa kepada Tuhan untuk meminta Transpormasi Bangsa Papua secara utuh,"katanya. 

    Kata dia, jangan kita sia-siakan waktu dengan berpesta pora dan kemanisan dunia yang membawah kita ke malapetakan. Tetapi, kata dia, mari kita berlutut kepada Tuhan naikkan pujian dan penyembahan dalam Roh dan Kebenaran. 

    Katanya, seperti  bangsa Uganda Idi Amin dan Milton Obote telah berusaha menghapuskan umat Kristen dari Uganda. Lalu Uganda dilanda AIDS, Ebola dan kekerasan. Namun, karena doa bangsa itu telah membawa transformasi . Pada  31 Desember 1999 di Stadiun Utama Kampala Uganda telah mengumumkan bahwa Uganda diserahkan kepada kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus.

    Harapnya, seperti apa yang terjadi di Uganda, orang Papua di tiap kota menaikan menara doa. "Kita bersatu serahkan kepada kemimpinan Kristus di tanah Papua. Kami dari Satu Hari Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua sedang berupaya untuk menggelar KKR Rohani di setiap wilaya di tanah Papua agar Tanah Papua penuh dengan kemuliaan,"harapnya. (MS)

    PAPUA BANGKIT DALAM PUJIAN

    Oleh: Darius Nawipa
    Ratusan Umat Tuhan di Papua, dalam suasana
    Pujian dan penyembahan. Foto: Ilustrasi
    SAHABAT PAPUA MINISTRY - PAPUA SEDANG MENANTI suatu lawatan Dasyat terjadi di NEGERINYA, kita harus tetap berjaga-jaga dan berdoa. Kita sebagai tentara-tentara Kristus sedang BERPERANG dengan PENGUASA KEGELAPAN yg datang di Negeri kita. kita bukan lagi melawan diri sendiri ( daging ), tetapi berperang melawan Penguasa Kegelapan. sebelum Papua masuk dalam Peperangan, PAPUA HARUS MASUK DALAM ROH LEBIH DAHULU dan selalu tanya ROH KUDUS, karena kita HARUS lakukan dengan ketepatan dan kepekaan dalam ketaatan kepada Kristus sebagai Panglima Perang kita. Saat ini kita sebagai gereja TUHAN Papua menjadi terkotak-kotak karena paradigma yang terbentuk selama ini diantara kita. marilah Kita (Gereja Tuhan Papua) bersatu Kita bangun bersama TUBUH KRISTUS UTUH DI TANAH INI, bangkit dalam Pujian, Penyembahan yang benar, Doa dan Puasa. jangan kita jalankan peribadatan kita dengan cara-cara agamawi kita lagi... sudah cukup....sudah cukup... Kita Harus peka dengan apa yg sedang terjadi di Negeri Kita. BANGKITKAN PUJIAN KEPADA EL-LOHIM yang lebih sungguh lagi.  

    Generasi Papua, lagi bersikap Doa. Foto:Ilustrasi
    PAPUA merupakan GOLDEN GATE ( Gerbang Timur ), secara geografis bila diukur dari Yerusalem ( titik terjauh ke arah timur ). Lawatan dimulai dari gerbang timur. Namun, untuk itu PAPUA merupakan salah satu titik terpenting. Tanah PAPUA, dialam roh ada tembok besar yang menghalangi lawatan terjadi. Di Tanah PAPUA, ada sebuah hewan Naga Hitam yang membelenggu Tanah PAPUA. Naga tersebut ada di sebuah gunung dan ada satu orang Papua sebagai Juru Kuncinya. hanya dengan PUJIAN KEPADA EL-LOHIM KITA MAMPU MENGALAHKAN TIPU MUSLIHATNYA DI TANAH PAPUA. Saudara harus tahu bahwa PAPUA adalah GOLDEN GATE. Untuk itu iblis tidak akan dengan mudah melepaskan Papua. PAPUA...BANGKITLAH......BANGKITLAH..... DALAM PUJIAN KEPADA EL-LOHIM

    KEMENANGAN GEREJA TUHAN Papua ada pada Pujian kepada El-lohim;

    I.   Apakah Pujian Itu?
    Arti kata PRAISE (Pujian) dalam bahasa Ibrani:
    1.      TODAH      : mengangkat tangan tanda mengucap syukur. Maz.50:23
    2.      YADAHA    : Mengangkat tangan serta menikmati hadirat Allah. Maz.107:8, 15, 21, 23.
    3.      HALLAL      : Sangat bersukacita (Ledakan sukacita yang luarbiasa) dengan suara keras.
    4.      ZAMAR      : Memainkan alat musik (jenis bedawai), memuji dengan alat musik. Maz.149:3, 150:3-4.
    5.      BARAK       : Memberkati Allah karena Dialah sumber kesuksesan, kemakmuran, dan kesuburan . Hak.5:3, Maz.72:13-15.
    6.      TEHILLAH  : Puji-pujian pengagungan (bernyanyi dengan keras). Maz.33:1. Maz.149:6.
    7.      SHABACH  : Berteriak dengan keras dengan sorak kemenangan.

    II.   Mengapa Kita Memuji Tuhan?
    1.        Perintah Tuhan. Maz.1501:1.
    2.        Tuhan bersemayam diatas puji-pujian. Maz.22:4.
    3.        Ada kuasa didalam puji-pujian. Maz.149:6-9.
    4.        Adalah baik memuji Tuhan. Maz.29:2.
    5.        Karena layak DIa dipuji. Maz. 48:2, Wah.4:11.
    6.        Kita diciptakan untuk memuji Dia. Yes. 43:21.

    III.   Kapan Kita Memuji Tuhan?
    1.            Dalam keadaan gembira. Yak. 5:13.
    2.            Dalam keadaan tertekan. Maz.42:6.
    3.            Disetiap waktu. Dipagi hari. Maz.57:9. Dimalam hari. Maz. 119:62. Siang malam. 1 Taw.9:33. Disegala waktu. Maz.34:2.

    IV.    Bagaimana Kita Memuji Tuhan?
    Dasar utama didalam kita memuji Tuhan adalah kita tidak memakai cara kita tetapi cara Tuhan. ALkitab banyak berbicara tentang cara-cara memuji Tuhan.

    1)   Mengangkat Tangan. Maz.63:5, Maz.134:3, Nehemia 8:6, Maz.141:2. Mengapa mengangkat tangan?
    a.       Tanda penyembahan kita kepada Dia. 1 Sam.4:4 dan 1 Taw. 13:6 bentuk tangan yang mirip dengan sayap malaikat Kerubim pada Tabut Perjanjian.
    b.      Gambaran seorang bayi yang minta digendong atau dipeluk oleh bapanya.
    c.       Lebih mudah berkonsentrasi (terutama didalam doa).
    d.      Tanda keterbukaan hati kepada Tuhan (pekerjaanNya).
    e.       Menerima apa yang Tuhan kerjakan didalam hidup kita (sikap yang pasrah).

    2)  Bertepuk Tangan. Maz.42, 47:2, 2 Jaj.11:12. Didlaam tradisi bangsa Yahudi bertepuk tangan bukanlah untuk sekedar memberi “beat” tetapi sebagai salah satu bentuk “make joyful noise” kepada Tuhan.
    3)    Memainkan Alat-alat Musik. MAz.105:3-5. Ditangan para penyembah dan pemazmur maka alat-alat musik menjadi “Praise” dan bahkan bernubuatpun bisa menggunakan alat-alat musik. 1 Taw.25:1-3.
    4)   Berdiri. 2 Taw.5:13, Maz.134:1.  Merupakan tanda hormat dan kesiap siagaan. Kalau kita duduk maka kesiap siagaan itu menjadi berkurang dan pikiran bisa melayang-layang sehingga iblis bisa menggunakan kesempatan itu untuk meletakkan kakinya. Ep.4:27. (Faathald).
    5) Membungkuk, sujud bertelut dan tertelungkup. Maz.95:6, Wah.19:4, Wah.4:10, Kej.19:1, Yes.55:14. Ini adalah bentuk-bentuk dari ekspresi kita didalam menyembah Dia.
    6)      Bernyanyi dengan suara yang keras. Maz.26:7. Bernyanyi dengan Bahasa Roh. 1 Kor.14:15.
    7)      Menari-nari. Maz.149:3, 150:4, 2 Sam.6:14-16, Kel.15:20-21. Tarian penyembahan.
    8)      Berteriak. Maz.47:7, Maz.35:27. Berteriak dalam bahasa Ibraninya “HILLEL” yaitu kata dasar dari Halleluyah yang berarti berteriak dengan keras dengan penuh sukacita.

    PAPUA...PAPUA....PAPUA.... UBAHLAH SISTIM PERIBADATANMU KEPADA EL-LOHIM, JANGANLAH TERLALU LITURGISTIC, JANGLAH AGAMAWI..... JANGANLAH MENGGUNAKAN PENGETAHUANMU..... SAATNYA MATAMU TERBUKA UNTUK MELIHAT DI SEKELILINGMU... SAATNYA TELINGAMU MENDENGAN APAKAH ADA GEMURUH SUARA ANGIN BADAI YANG DATANG KEPADAMU.... BANGKITLAH DALAM DOA DAN PUASA.... PUJILAH DIA SLAMANYA.......

    demikian. Tuhan memberkati Saudara/i Sekalian........ “Kawan-kawan ini hanya berbagi saja”



     
    Image Slider By helperblogger.com The slide is a linking image Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption
    Support : MS | SUARA CENDRAWASIH | MS
    SAHABAT © 2011. SAHABAT PAPUA MINISTRY - All Rights Reserved