Headlines News :
gif maker online
,
    Mounting created Bloggif
     photo Presentation122_zps345b58ee.gif
    Wys tans plasings met die etiket PAPUA. Wys alle plasings
    Wys tans plasings met die etiket PAPUA. Wys alle plasings

    Speaking to the Paute people and Mee tribe

    After we have layed the foundational corner stones in Waghete we continued our journey to the most remote highland and walked the last few miles because of the inaccessible muddy road. 

    We were received by the three warriors and they made a fire to welcome us on the arrival point. 

    And then something reminds me that I have seen these three warriors before ina vision in 1992 when the Holy Spirit imparted me who I will meet on my your as a leader for the Papua Prophetic Call. 

    I was so happy that God was faithful to give me the sign that I am on the right sport and met the right people. 

    They accompanied me up to the highest point on the plateau and whenI arrived on the top of the hills I discovered that more then 15,000 people were following me to my hut where I have to sleep there for three night. 

    The hut was furnished with cockroach as big as my thumb and mosquito's welcoming me for a blood-cocktail. 

    It was cold because our location was situated on a altitude of almost 1500 meters above the sea level, and in the night it can be very cold. 

    When we started the crowd was waiting for almost three days for my arrival, because our airplane was delayed. 

    The moment I spoke at 15:00 Hrs the Lord opened the sky and it was dark and rain came down in buckets. 

    I did not stop speaking because of the pouring rain, and continued because the power of God was so great and heavy that healing was everywhere and people stood in awe with me and witness the Holy Spirit manifesting so powerful. 

    For three consecutive days we have been preaching the Word of God to these precious indigenous people of Papua.

    What a mighty God we serve.

     KLIK DISINI FOTO-FOTO KKR DAN SEMINAR

    Gubernur Papua Terpilih Diminta Bangun Menara Doa

    Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa. Foto: Jekson
    Jayapura, Majalah Selangkah -- Ketua Tim Satu Hati Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua, Darius Nawipa, Selasa, (9/4/13) meminta kepada Gubernur Provinsi Papua terpilih Lukas Enembe dan Klemen Tinal membangun menara doa di seluruh kabupaten Papua untuk atasi krisis di Papua. 
     
    "Kami dari Satu Hati Berdoa Berkati Papua harapkan untuk agendakan dan gelar acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), Doa Puasa, dan Pujian dan Penyembahan di seluruh wilaya Tanah Papua. Pusatnya di Ibu Kota Provinsi Papua (Jayapura) dan Papua Barat (Manokwari), sedangkan di setiap kabupaten membangun menara-menara doa,"harapnya.  

    Ia berharap dengan melakukan hal ini Tanah Papua mengalami transpormasi secara utuh."Harapan kami, untuk Papua menuai Transpormasi secara utuh dari berbagai ketidakadilan yang selama ini terjadi"kata Darius.
    SAHABAT Papua terus mendorong terjadinya transpormasi di tanah Papua. "Kami terus mendorong terjadi transpormasi di tanah Papua. Itulah visi dan misi SAHABAT,"jelasnya. 

    Terlepas dari harapannya, Darius apresiasi atas pelantikan gubernur orang gunung pertama sejak Papua diintegrasikan dengan Indonesia tahun 1969. "Kami berikan apresiasi kepada Enembe dan Tinal. Mereka adalah gubernur orang gunung pertama. Juga baru pertama kali pelantikan dilakukan di lapangan terbuka, Lapangan Mandala Jayapura,"kata apresiasi. (MS)


    Sumber: majalahselangkah.com

    SAHABAT: Orang Papua Bangun Menara Doa untuk Transformasi

    Pendeta Jack Yeskhel Ikomou. Foto: Jekson
    Jakarta, MAJALAH SELANGKAH - Team Satu Hati Berdoa Berkati Papua (SAHABAT)  berharap semua orang Papua yang berada di seluruh wilaya di Tanah Papua  membangun menara doa kepada Yesus Kristus untuk transformasi  dan pemulihan.  Ini dimaksudkan  agar Orang Papua menuai Transpormasi dalam Kristus. 

    Hal ini sampaikan Pendeta Jack Yeskhel  Ikomou kepada majalahselangkah.com,  Kamis (14/03/13) di Restoran Bundaran HI Jakarta Pusat.

    "Mengingat banyak persoalan yang hinggah kini terjadi di tanah Papua,  baik soal AIDS, Miras, pembunuhan, pemerkosaan dan ketidakadialan dan lainnnya yang menimpa Bumi Papua.  Maka orang Papua jangan berdiam diri. Mari rapatkan  barisan untuk naikkan Doa Puasa kepada Tuhan untuk meminta Transpormasi Bangsa Papua secara utuh,"katanya. 

    Kata dia, jangan kita sia-siakan waktu dengan berpesta pora dan kemanisan dunia yang membawah kita ke malapetakan. Tetapi, kata dia, mari kita berlutut kepada Tuhan naikkan pujian dan penyembahan dalam Roh dan Kebenaran. 

    Katanya, seperti  bangsa Uganda Idi Amin dan Milton Obote telah berusaha menghapuskan umat Kristen dari Uganda. Lalu Uganda dilanda AIDS, Ebola dan kekerasan. Namun, karena doa bangsa itu telah membawa transformasi . Pada  31 Desember 1999 di Stadiun Utama Kampala Uganda telah mengumumkan bahwa Uganda diserahkan kepada kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus.

    Harapnya, seperti apa yang terjadi di Uganda, orang Papua di tiap kota menaikan menara doa. "Kita bersatu serahkan kepada kemimpinan Kristus di tanah Papua. Kami dari Satu Hari Berdoa Berkati (SAHABAT) Papua sedang berupaya untuk menggelar KKR Rohani di setiap wilaya di tanah Papua agar Tanah Papua penuh dengan kemuliaan,"harapnya. (MS)

    MEMBANGUN MANUSIA ROHANI DI TANAH PAPUA

    Oleh: Darius Nawipa

    Darius Nawipa dalam
    suasana berdoa. Foto: Facebook DN
    SAHABAT PAPUA MINISTRY - Firman Tuhan dengan jelas telah menyatakan bahwa tidak ada manusia yang bisa berbuat apa-apa tanpa kasih karunia yang diberikan lewat kuasa-Nya. Ini juga yang menjadi rahasia besar yang perlu kita perhatikan supaya kita berhasil mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Orang-orang yang sudah berada di dalam Kristus sesungguhnya sudah berada dalam perlindungan Tuhan, dipagari dan dijaga dengan kuasa Tuhan. Dan semua orang yang sudah berada di dalam Kristus itu sesunguhnya adalah orang-orang telah dipercaya untuk menerima kuasa. 1 Korintus 16 : 13 - 14 sikap yang harus dimiliki orang Papua dan Gereja Tuhan diakhir zaman ini: harus tetap berjaga-jaga, berdiri teguh dalam iman, bersikap sebagai laki-laki, harus tetap kuat dan melakukan segala sesuatu dengan kasih. Sebab dengan memiliki sikap tersebut di atas maka kita akan berhasil menjadi jemaat yang kuat di dalam Tuhan di Tanah Papua.


    Bersikap sebagai laki-laki = memiliki sikap dan pendirian yang teguh di dalam kebenaran, tidak mudah terpengaruh dengan perkara-perkara yang duniawi. Bersikap sebagai laki-laki berarti kita sudah memiliki sikap Kristus yang selalu berkenan kepada Bapa-Nya karena taat melakukan kehendak Bapa. Untuk itu sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus berjanji akan memberikan Penolong yang lain yaitu Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur, Roh Kudus yang akan membantu kita supaya dapat mengenal pribadi Kristus dengan tepat dan benar, dan tentunya supaya kita memiliki pendirian yang teguh. Ada dua (2) bentuk musuh yang sedang kita hadapi sebagai Gereja di Tanah Papua: 1. musuh dari luar = Iblis dalam segala pekerjaannya yang sering memakai perkara-perkara yang duniawi untuk mempengaruhi orang-orang kudus supaya undur dari kebenaran. Iblis akan bekerja dengan segala kekuatannya dan memakai perkara-perkara yang duniawi ini untuk membuat banyak orang meninggalkan kebenaran. 2. musuh dari dalam = yaitu keiginan-keinginan atau tabiat daging yang juga sering mempengaruhi kesetiaan.


    Kalau tidak tinggal dalam kebenaran dan kalau tidak dalam pengurapan Roh Kudus, maka Iblis juga akan berusaha menjatuhkan orang lewat keinginan dagingnya sendiri. Dan keinginan yang tidak terkendali ini akan terus dikendalikan Iblis supaya manusia itu mengikuti keinginan Iblis. Tetapi kita yang sudah diselamatkan dan dimerdekakan dari dosa harus tetap memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. Karena itu yang harus kita lakukan sekarang adalah: mendekat kepada Allah dan mentahirkan diri. Yakobus 4 : 8 kalau kita mendekat kepada Allah maka Allah juga akan mendekat kepada kita dan kalau kita sudah mentahirkan diri maka Tuhan akan berkenan kepada kita. Mengapa Allah memerintahkan supaya kita mendekat kepada-Nya? jawabannya: karena manusia itu sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan memerlukan korban pendamaian supaya bisa berdamai kembali dengan Allah. Kalau tidak mendekat kepada Allah maka dosanya akan tetap.


    Kita harus mendekat kepada Allah supaya kita bisa mempunyai tujuan yang benar akan keselamatan hidup dan supaya kita mempunyai hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan melakukan firman-Nya. Maka kalau kita lihat dalam Roma 10 : 21 sifat Tuhan itu suka menunggu sampai umat-Nya itu mau datang dan menyerahkan hidupnya untuk diperbaiki dari kesalahannya. Sebenarnya Tuhan sudah tahu bahwa orang Israel itu adalah bangsa yang tidak taat dan yang suka membantah, namun sepanjang hari Tuhan Allah selalu mengulurkan tangan-Nya dan menunggu sampai mereka sadar dan bertobat. Dan kalau bangsa Israel itu sadar akan dosanya dan bertobat maka Tuhan Allah akan memulihkan mereka kembali dan membawa mereka ke dalam rencana-Nya. Saudara-saudara, pada zaman akhir ini hal yang sangat penting kita perhatikan adalah kita harus berhasil membangun manusia rohani kita di Tanah Papua. Sebab sekalipun manusia jasmani bisa berhasil, bisa menjadi kaya, terkenal, dan dihormati orang lain, tetapi kalau tidak berhasil membangun manusia rohaninya, maka sesungguhnya segala sesuatu yang ada padanya sia-sia belaka sebab pada akhirnya akan habis binasa dan akan dilemparkan ke dalam api neraka.


    Taman Eden tempat manusia pertama ditempatkan adalah tempat yang tidak kekurangan apa-apa, tidak ada kutuk, tidak ada sakit pengakit atau kesusahan yang lainnya karena belum ada dosa. Pada saat itu manusia pertama itu ditutup bungkusi dengan kemuliaan Allah dan mereka bisa mendengar Allah berbicara. Tetapi karena perempuan itu tidak tetap tinggal dalam kehendak Allah, Iblis berhasil merusak hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia itu kehilangan kemuliaan Allah dan pemeliharaan dari Allah. Yang dulunya segambar dan serupa dengan Allah, tetapi setelah manusia itu jatuh ke dalam dosa maka dosa itu mendatangkan kutuk dan harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhannya. Karena itulah maka Tuhan Allah berfirman supaya kita mendekat kepada-Nya dan membangun kembali hubungan yang erat dengan-Nya. Efesus 6 : 18 firman Tuhan mengajak supaya kita berdoa setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jaga dalam doa dengan permohonan yang tak putus-putusnya. Untuk membangun manusia rohani, kita harus memiliki hubungan yang erat dengan Allah dengan sikap berdoa setiap waktu di dalam Roh. Karena Allah itu adalah Roh maka kita harus berdoa dalam Roh supaya kita bisa membangun manusia rohani kita.

    Kita harus sadar bahwa musuh yang kita hadapi itu bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan tipu muslihat Iblis, yang memakai roh-roh yang ada di dunia ini untuk mempengaruhi atau menggugurkan iman. Supaya kita bisa membangun manusia rohani, kita harus mengambil serta mengenakan perlengkapan senjata Allah supaya dapat mengadakan perlawanan dan tetap berdiri sesudah menyelesaikan pertandingan dalam peperangan rohani. Berdiri tegap, berikat pinggangkan kebenaran, berbajuzirahkan keadilan, mempergunakan perisai iman, menerima ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Dengan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah maka kita akan tetap berdiri dalam kebenaran dan akan berhasil membangun manusia rohani. Sama seperti Daud berhasil menjadi orang yang sangat berkenan kepada Allah karena Daud itu adalah orang yang sangat cinta kepada Allah, selalu bergantung harap kepada Allah dan yang suka membangun manusia rohaninya. Dikatakan membangun manusia rohani karena Daud itu suka bersekutu dengan Allah dan selalu dengar-dengaran kepada firman Tuhan. Jadi Daud itu sangat mengasihi Allah dan Allah pun sangat berkenan akan kehidupan Daud.

    Maka kalau kita lihat dalam 2 Raja-raja 19 : 34 ; 20 : 5 - 6 Yerusalem mendapat perhatian dari Tuhan dan diluputkan dari malapetaka karena ada kaitannya dengan Daud. Demikian juga dengan Hizkia yang sedang sakit dan hampir mati tetapi disembuhkan kembali dan diberi perpanjangan umur selama lima belas tahun lagi, bukan sepenuhnya karena perbuatan Hizkia semata-mata tetapi karena ada kaitannya dengan Daud, bapa leluhurnya. Hizkia mendapat perhatian dari Tuhan karena Hizkia mau melakukan dan meneladani apa yang telah dilakukan Daud. Karena itu Hizkia pun berhasil membangun rohaninya dengan baik. Demikian juga setiap orang yang mau memelihara persekutuannya dengan Allah dan dengar-dengaran kepada firman Tuhan, ia pasti berhasil membangun manusia rohaninya dengan baik sehingga Allah pun akan berkenan akan kehidupannya.


    Gereja Tuhan di Tanah Papua harus bangkit dalam Roh, dalam Kegerakan Rohani yang Kuat, Agar Tuhan Allah datang oleh Kekuatan Roh Kudus memulihkan Keadaan Negeri dan Manusia Papua di Tanah Papua. bangunlah hubungan yang intim dengan-Nya sehingga Manusia Rohani Kita dikenan Oleh Allah.


    Penulis adalah team Sahabat Papua Ministry, sekrang Ia berdomisi di Jayapur Papua

    Tuhan memberkati Saudara ! Sahabat Papua Ministry

    PAPUA BANGKIT DALAM PUJIAN

    Oleh: Darius Nawipa
    Ratusan Umat Tuhan di Papua, dalam suasana
    Pujian dan penyembahan. Foto: Ilustrasi
    SAHABAT PAPUA MINISTRY - PAPUA SEDANG MENANTI suatu lawatan Dasyat terjadi di NEGERINYA, kita harus tetap berjaga-jaga dan berdoa. Kita sebagai tentara-tentara Kristus sedang BERPERANG dengan PENGUASA KEGELAPAN yg datang di Negeri kita. kita bukan lagi melawan diri sendiri ( daging ), tetapi berperang melawan Penguasa Kegelapan. sebelum Papua masuk dalam Peperangan, PAPUA HARUS MASUK DALAM ROH LEBIH DAHULU dan selalu tanya ROH KUDUS, karena kita HARUS lakukan dengan ketepatan dan kepekaan dalam ketaatan kepada Kristus sebagai Panglima Perang kita. Saat ini kita sebagai gereja TUHAN Papua menjadi terkotak-kotak karena paradigma yang terbentuk selama ini diantara kita. marilah Kita (Gereja Tuhan Papua) bersatu Kita bangun bersama TUBUH KRISTUS UTUH DI TANAH INI, bangkit dalam Pujian, Penyembahan yang benar, Doa dan Puasa. jangan kita jalankan peribadatan kita dengan cara-cara agamawi kita lagi... sudah cukup....sudah cukup... Kita Harus peka dengan apa yg sedang terjadi di Negeri Kita. BANGKITKAN PUJIAN KEPADA EL-LOHIM yang lebih sungguh lagi.  

    Generasi Papua, lagi bersikap Doa. Foto:Ilustrasi
    PAPUA merupakan GOLDEN GATE ( Gerbang Timur ), secara geografis bila diukur dari Yerusalem ( titik terjauh ke arah timur ). Lawatan dimulai dari gerbang timur. Namun, untuk itu PAPUA merupakan salah satu titik terpenting. Tanah PAPUA, dialam roh ada tembok besar yang menghalangi lawatan terjadi. Di Tanah PAPUA, ada sebuah hewan Naga Hitam yang membelenggu Tanah PAPUA. Naga tersebut ada di sebuah gunung dan ada satu orang Papua sebagai Juru Kuncinya. hanya dengan PUJIAN KEPADA EL-LOHIM KITA MAMPU MENGALAHKAN TIPU MUSLIHATNYA DI TANAH PAPUA. Saudara harus tahu bahwa PAPUA adalah GOLDEN GATE. Untuk itu iblis tidak akan dengan mudah melepaskan Papua. PAPUA...BANGKITLAH......BANGKITLAH..... DALAM PUJIAN KEPADA EL-LOHIM

    KEMENANGAN GEREJA TUHAN Papua ada pada Pujian kepada El-lohim;

    I.   Apakah Pujian Itu?
    Arti kata PRAISE (Pujian) dalam bahasa Ibrani:
    1.      TODAH      : mengangkat tangan tanda mengucap syukur. Maz.50:23
    2.      YADAHA    : Mengangkat tangan serta menikmati hadirat Allah. Maz.107:8, 15, 21, 23.
    3.      HALLAL      : Sangat bersukacita (Ledakan sukacita yang luarbiasa) dengan suara keras.
    4.      ZAMAR      : Memainkan alat musik (jenis bedawai), memuji dengan alat musik. Maz.149:3, 150:3-4.
    5.      BARAK       : Memberkati Allah karena Dialah sumber kesuksesan, kemakmuran, dan kesuburan . Hak.5:3, Maz.72:13-15.
    6.      TEHILLAH  : Puji-pujian pengagungan (bernyanyi dengan keras). Maz.33:1. Maz.149:6.
    7.      SHABACH  : Berteriak dengan keras dengan sorak kemenangan.

    II.   Mengapa Kita Memuji Tuhan?
    1.        Perintah Tuhan. Maz.1501:1.
    2.        Tuhan bersemayam diatas puji-pujian. Maz.22:4.
    3.        Ada kuasa didalam puji-pujian. Maz.149:6-9.
    4.        Adalah baik memuji Tuhan. Maz.29:2.
    5.        Karena layak DIa dipuji. Maz. 48:2, Wah.4:11.
    6.        Kita diciptakan untuk memuji Dia. Yes. 43:21.

    III.   Kapan Kita Memuji Tuhan?
    1.            Dalam keadaan gembira. Yak. 5:13.
    2.            Dalam keadaan tertekan. Maz.42:6.
    3.            Disetiap waktu. Dipagi hari. Maz.57:9. Dimalam hari. Maz. 119:62. Siang malam. 1 Taw.9:33. Disegala waktu. Maz.34:2.

    IV.    Bagaimana Kita Memuji Tuhan?
    Dasar utama didalam kita memuji Tuhan adalah kita tidak memakai cara kita tetapi cara Tuhan. ALkitab banyak berbicara tentang cara-cara memuji Tuhan.

    1)   Mengangkat Tangan. Maz.63:5, Maz.134:3, Nehemia 8:6, Maz.141:2. Mengapa mengangkat tangan?
    a.       Tanda penyembahan kita kepada Dia. 1 Sam.4:4 dan 1 Taw. 13:6 bentuk tangan yang mirip dengan sayap malaikat Kerubim pada Tabut Perjanjian.
    b.      Gambaran seorang bayi yang minta digendong atau dipeluk oleh bapanya.
    c.       Lebih mudah berkonsentrasi (terutama didalam doa).
    d.      Tanda keterbukaan hati kepada Tuhan (pekerjaanNya).
    e.       Menerima apa yang Tuhan kerjakan didalam hidup kita (sikap yang pasrah).

    2)  Bertepuk Tangan. Maz.42, 47:2, 2 Jaj.11:12. Didlaam tradisi bangsa Yahudi bertepuk tangan bukanlah untuk sekedar memberi “beat” tetapi sebagai salah satu bentuk “make joyful noise” kepada Tuhan.
    3)    Memainkan Alat-alat Musik. MAz.105:3-5. Ditangan para penyembah dan pemazmur maka alat-alat musik menjadi “Praise” dan bahkan bernubuatpun bisa menggunakan alat-alat musik. 1 Taw.25:1-3.
    4)   Berdiri. 2 Taw.5:13, Maz.134:1.  Merupakan tanda hormat dan kesiap siagaan. Kalau kita duduk maka kesiap siagaan itu menjadi berkurang dan pikiran bisa melayang-layang sehingga iblis bisa menggunakan kesempatan itu untuk meletakkan kakinya. Ep.4:27. (Faathald).
    5) Membungkuk, sujud bertelut dan tertelungkup. Maz.95:6, Wah.19:4, Wah.4:10, Kej.19:1, Yes.55:14. Ini adalah bentuk-bentuk dari ekspresi kita didalam menyembah Dia.
    6)      Bernyanyi dengan suara yang keras. Maz.26:7. Bernyanyi dengan Bahasa Roh. 1 Kor.14:15.
    7)      Menari-nari. Maz.149:3, 150:4, 2 Sam.6:14-16, Kel.15:20-21. Tarian penyembahan.
    8)      Berteriak. Maz.47:7, Maz.35:27. Berteriak dalam bahasa Ibraninya “HILLEL” yaitu kata dasar dari Halleluyah yang berarti berteriak dengan keras dengan penuh sukacita.

    PAPUA...PAPUA....PAPUA.... UBAHLAH SISTIM PERIBADATANMU KEPADA EL-LOHIM, JANGANLAH TERLALU LITURGISTIC, JANGLAH AGAMAWI..... JANGANLAH MENGGUNAKAN PENGETAHUANMU..... SAATNYA MATAMU TERBUKA UNTUK MELIHAT DI SEKELILINGMU... SAATNYA TELINGAMU MENDENGAN APAKAH ADA GEMURUH SUARA ANGIN BADAI YANG DATANG KEPADAMU.... BANGKITLAH DALAM DOA DAN PUASA.... PUJILAH DIA SLAMANYA.......

    demikian. Tuhan memberkati Saudara/i Sekalian........ “Kawan-kawan ini hanya berbagi saja”



    SAHABAT PAPUA: Keadilan Menurut Alkitab

    Oleh: Darius Nawipa

    Foto: Ilustrasi
    SAHABAT PAPUA MINISTRY ; Sh@lom “Dalam perjanjian lama kitab Kejadian 18:19: mengatakan dimana agar anak-anak dan keturunan Abraham hidup menurut jalan yang ditunjukan TUHAN dengan melakukan kebenaran dan keadilan agar TUHAN memenuhi kepada Abaraham apa yang dijanjikanNya kepadanya. 

    Demikian dalam kitab Ulangan 16:20 dan II Timotius 2:22 bahwa keadilan itu harus dikejar supaya kita hidup dan memiliki Negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN Allahmu.  Hal ini menurut Ayub bahwa harus berpakaian Keadilan (Ayub 29:14).  

    Keadilan ini berarti keadilan dari Allah sebab Keadilan dari Allah menyelamatkan (Mazmur 24:5). Dan untuk memperoleh keadilan itu kita harus meminta kepada yang punya Keadilan tetapi dalam Mazmur 26:1 yang boleh meminta Keadilan adalah orang yang telah HIDUP DALAM KETULUSAN. 

    Jika dalam hidup manusia tidak ada Keadilan, itu berarti makanan akan lenyap seperti kata Amsal 13:23: lalu ada orang yang tidak mengerti Keadilan, mereka itulah orang jahat, Amsal 28:5.  Bagi TUHAN Keadilan itu dibuat menjadi TALI PENGUKUR (Yesaya 28:17) dimana Keadilan menurut Ayub HARUS DIPAKAI IBARAT PAKAIAN, demikian juga dalam Yesaya 59:17 dan Efesus 6:14 bahwa Keadilan bagaikan baju Zirah yang dikenakan Tuhan. 

    Dan yang memberi Keadilan itu adalah Tuhan (Yesaya 60:17) sebab Tuhan yang menjanjikan Keadilan (Yesaya 63:1). Hal ini juga Pemazmur dalam Mazmur 85:15 mengatakan bahwa Keadilan dan Hukum adalah Tumpuan tahtaMU. Dengan demikian manfaat yang akan kita peroleh lewat melakukan Keadilan adalah:
    1.      Anak kita tidak turut menanggung kesalahan kita sebagai ayah (Yehezkiel 18:19)
    2.      Pasti kita memiliki hidup (Yehezkiel 18:21)
    3.      Akan menyelamatkan nyawanya (Yehezkiel 18:27)
    1.      Semua dosa yang diperbuat tidak akan diingat-ingat lagi, jika sudah melakukan Keadilan (Yehezkiel 33:16) seperti kata Hosea 10:12; Menaburlah bagimu sesuai dengan Keadilan sebab sudah waktunya untuk mencari Tuhan sampai Ia menghujani kamu dengan Keadilan.
    4.      (bagi orang yang mencari Keadilan ) Akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan  Zefanya 2:3.

    Allah mencintai Keadilan (Ibrani 1:9) sebab Keadilan itu adalah BUAH DARI TERANG (Efesus 5:9) dan yang mempertemukan Keadilan dan Damai Sejahtera bercium-ciuman adalah Tuhan sendiri (Mazmur 85:11b). oleh sebab itu Keadilan merupakan salah satu yang harus dikejar (Ibrani 6:11) serta merupakan yang terpenting dalam Hukum Taurat (Matius 23:23).

    "HAI ENGKAU PAPUA Tetapkanlah diriMu untuk MENGEJAR KEADILAN ALLAH....... DI NegRImu, sebab DAMAI SEJAHTERA AKAN MENJADI BAGIAN HIDUPMU.....
    Demikian, KEADILAN adalah perjuangan dan Perdamaian adalah Hasil........... Terima Kasih.



    Penulis adalah team SAHABAT papua, kini sekarang berdomisili di Jayapura Papua



     
    Image Slider By helperblogger.com The slide is a linking image Pure Javascript. No jQuery. No flash. #htmlcaption
    Support : MS | SUARA CENDRAWASIH | MS
    SAHABAT © 2011. SAHABAT PAPUA MINISTRY - All Rights Reserved